Saham BRIS Cetak Rekor Baru di Rp 2.950, Ini Pendorongnya


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perbankan syariah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI terpantau kembali melonjak dan berhasil mencetak rekor tertinggi barunya pasca merger pada awal perdagangan sesi I Kamis (14/3/2024).

Per pukul 09:03 WIB atau tiga menit setelah sesi I dibuka, saham BRIS melonjak 3,51% ke posisi Rp 2.950/unit. Pada posisi ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masanya (all time high/ATH) pasca merger 1 Februari 2021 lalu.

Dengan BRIS yang berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa barunya, maka posisi ATH terakhir BRIS yakni pada 25 Februari 2021 silam di 2.886/unit.

Saham BRIS pada awal sesi I hari ini sudah ditransaksikan sebanyak 2.191 kali dengan volume sebesar 13,21 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 38,6 miliar.

Dari kapitalisasi pasarnya saat ini sudah mencapai Rp 136,08 triliun, di mana posisi BRIS saat ini sudah berada diurutan ke-11, berada di atas saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencapai Rp 125,66 triliun dan berada di bawah saham PT Astra International Tbk (ASII) yang mencapai RP 209,5 triliun.

Dari orderbook-nya, pada order bid atau beli, harga Rp 2.850/unit menjadi yang paling banyak antrean belinya pada awal sesi I hari ini, yakni mencapai 20.340 lot atau sekitar Rp 5,8 miliar.

Sedangkan di order offer atau jual, posisi harga Rp 3.000/unit menjadi yang paling banyak antrean jualnya pada awal sesi I hari ini, yakni sebanyak 25.207 lot atau sekitar Rp 7,6 miliar.

Pergerakan saham BRIS juga merefleksikan prospek positif pertumbuhan kinerja keuangan, prospek pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih under penetrated, serta perbankan Indonesia yang masih tumbuh sehat dan sustain.

BRIS membukukan laba bersih sebesar Rp 5,7 triliun sepanjang 2023, tumbuh 33,82% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga  IHSG Kebakaran Lagi, Asing Kompakan Jual Saham Ini

Kontributor utama penopang kinerja positif BSI sepanjang tahun 2023 di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respon strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi.

BRIS berkomitmen senantiasa melakukan optimalisasi literasi inklusi keuangan syariah di seluruh sektor potensial. Business model yang fleksibel dan terkoneksi dengan digital juga memberikan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan kinerja.

Dengan business model yang fleksibel dan terdigitalisasi, BRIS mampu mengakses masyarakat di semua segmen, baik masyarakat individu atau ritel, pelaku UMKM, maupun korporat.

Oleh karena itu, hadirnya BRIS menjadi Beyond Sharia Banking menjadi hal utama. Di mana perseroan menawarkan produk serta jasa bank yang lebih variatif dengan skema keuangan yang tidak dimiliki oleh bank syariah lainnya.

Dari sisi aset, BRIS mencatatkan kenaikan aset hingga Desember 2023 sebesar 15,67% menjadi Rp 354 triliun. Dengan posisi finansial tersebut, BSI masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.

Kenaikan aset didorong dari laju pembiayaan yang disalurkan dan dana pihak ketiga (DPK). Sepanjang 2023, BSI mencatat jumlah pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp240,32 triliun atau tumbuh 15,70% secara tahunan (yoy), dengan kualitas pembiayaan (NPF) gross membaik pada posisi 2,08%.

Komposisi pembiayaan yang disalurkan didominasi oleh segmen konsumer (54,32%), wholesale (28,09%) dan retail (17,58%).

Sebelumnya pada Februari 2021 silam, BRIS resmi terbentuk dari tiga bank syariah yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS). Selang beberapa hari setelah merger, saham BRIS pun mencetak rekor di posisi 2.886. Pada hari ini pun BRIS kembali mencetak rekornya lagi.

Baca Juga  Wajib Tahu, Ini Perbedaan SPBU, Pertashop dan Pertamini

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Laris Manis, Sukuk BSI Kelebihan Permintaan 1,75 Kali

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *