Laba Telkom Naik 17% Lebih di Q3-2023, Sahamnya Melesat 4%

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten telekomunikasi BUMN yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terpantau melesat lebih dari 4% pada perdagangan sesi I Rabu (1/11/2023), di tengah positifnya kinerja keuangan TLKM pada kuartal III-2023.

Per pukul 10:10 WIB, saham TLKM melonjak 4,01% ke posisi Rp 3.630/unit. Saham TLKM pada sesi I hari ini bergerak di rentang harga Rp 3.600 – Rp 3.630 per unit.

Saham TLKM sudah ditransaksikan sebanyak 5.851 kali dengan volume sebesar 63,07 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 227,73 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 359,6 triliun.

Hingga pukul 10:10 WIB, di order bid atau beli, antrian beli pada harga Rp 3.600/unit, menjadi yang paling banyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 68.763 lot atau sekitar Rp 24 miliar.

Sedangkan di order offer atau jual, antrian jual di harga Rp 3.650/unit, menjadi yang paling banyak di sesi II, yakni mencapai 24.321 lot atau sekitar Rp 8,9 miliar.

Saham TLKM berhasil melesat di tengah ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini, yakni ambles hingga lebih dari 1%.

Kinerja keuangan kuartal III-2023 TLKM yang cemerlang menjadi penopangnya pada sesi I hari ini. Bahkan, saham TLKM pada penutupan perdagangan kemarin sempat menjadi salah satu movers IHSG.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 19,5 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini naik 17,59% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,58 triliun.

Naiknya laba bersih TLKM ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar Rp 111,23 triliun per 30 September 2023 atau naik 2,17% dari sebelumnya sebesar Rp 108,87 triliun per 30 September 2022.

Baca Juga  Asing Net Buy Rp 2,35 T Pekan Lalu, Ini Saham yang Diborong

Adapun kontribusi pendapatan bersih TLKM yakni pendapatan dari telpon sebesar Rp 8,31 triliun, kemudian pendapatan interkoneksi sebesar Rp 6,62 triliun, pendapatan jaringan sebesar Rp 1,78 triliun.

Sementara untuk pendapatan dari bisnis data, internet, dan jasa teknologi informatika masih menjadi penopang utama pendapatan bersih TLKM yakni sebesar Rp 65,87 triliun.

Adapun pendapatan dari Indihome meningkat 4,28% menjadi Rp 21,78 triliun dan terakhir dari pendapatan dari layanan lainnya sebesar Rp 2,16 triliun.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Hijau, Net Buy Asing Sepi

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *