Jokowi Buka-bukaan Alasan Asing Tarik Dana dari RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kebijakan kenaikan suku bunga yang tinggi dan dalam waktu lama oleh Amerika Serikat (AS) semakin membuat negara-negara berkembang dalam posisi pelik.

“Capital outflow semua lari balik ke Amerika Serikat,” ungkap Jokowi dalam pertemuan Selasa (24/10).

Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu mengungkapkan suku bunga AS akan dipertahankan di level yang tinggi dalam waktu yang lama. Secara bersamaan dirinya memberikan sinyal untuk menahan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang, namun juga menegaskan tetap membuka ruang kenaikan apabila pasar tenaga kerja masih ketat yang mengancam inflasi kembali ganas.

Pekan lalu Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps untuk menjaga nilai tukar rupiah dan berharap dana asing kembali berbondong-bondong masuk ke RI.

Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak Rp5,36 triliun aliran modal asing keluar pada tanggal 16 hingga 19 Oktober 2023. Besaran tersebut terdiri dari jual neto Rp3,45 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN), jual neto Rp3,01 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp1,10 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa hingga 19 Oktober 2023, nonresiden beli neto Rp51,45 triliun di pasar SBN, jual neto Rp7,26 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp11,06 triliun di SRBI.

Sementara itu, premi CDS Indonesia 5 tahun per 19 Oktober 2023 sebesar 100,83 basis poin (bps), naik dibandingkan per 13 Oktober 2023 sebesar 95,48 bps.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Hilirisasi Jokowi Diganjal Eropa & AS, Gimana Nasib Nikel RI?

Baca Juga  100 yıl marşı video viral telegram link

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *