IHSG Dibuka Bergairah & Balik ke Level 7.000-an Lagi


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat cenderung volatil pada perdagangan sesi I Kamis (6/6/2024), di tengah sikap investor yang cenderung wait and see mencermati berbagai rilis data-data penting makro di global.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,65% ke posisi 6.992,56. Selang 27 menit setelah dibuka, IHSG tancap gas melesat 1,15% ke 7.027,46. IHSG di awal sesi I hari ini kembali menembus level psikologis 7.000.

Nilai transaksi indeks pada awal sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 1,4 triliun dengan volume transaksi mencapai 3,8 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 152.699 kali.

IHSG cenderung bergairah di awal sesi I di tengah banyaknya sentiment positif terutama dari prospek pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Mengutip perangkat FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini sebesar 99,9%.

Para pelaku pasar melihat kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini terjadi dua kali, yakni pada pertemuan September dan Desember.

Pada pertemuan 18 September 2024, pasar melihat kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sehingga target suku bunga menjadi 5,00%-5,25%. Kemudian, The Fed akan sekali lagi menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%-5,00% pada pertemuan 18 Desember 2024.

Harapan ini didukung oleh sejumlah data tenaga kerja dan performa manufaktur Amerika Serikat yang terlihat lesu.

Data terbaru, laporan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan bahwa data penggajian swasta meningkat sebesar 152.000 pekerjaan pada bulan lalu, paling sedikit sejak bulan Januari dan jauh di bawah rata-rata 194.000 pada tahun lalu.

Baca Juga  Surplus Neraca Dagang Hingga Rupiah Tertekan

Ekonom yang disurvei olehReutersmemperkirakan lapangan kerja swasta meningkat sebesar 175.000 pada bulan lalu.

Laporan tersebut merupakan indikasi terbaru bahwa pertumbuhan lapangan kerja sedang moderat, namun pasar kerja belum sepenuhnya melemah akibat kenaikan suku bunga sebesar 525 basis poin dari The Fed sejak Maret 2022, meskipun data lain menunjukkan pasar kerja mulai memasuki masa pertumbuhan. keseimbangan yang lebih baik.

Para pejabat The Fed terus mencermati pertumbuhan upah karena inflasi jasa, yang terbukti lebih sulit dikendalikan dalam upaya bank sentral untuk mengembalikan inflasi secara keseluruhan ke target 2%, sangat dipengaruhi oleh biaya upah perusahaan.

The Fed akan mengadakan pertemuan minggu depan pada tanggal 11-12 Juni dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman semalam tetap stabil di kisaran target 5,25% hingga 5,50% sejak bulan Juli.

Para pembuat kebijakan juga akan memperbarui proyeksi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi, pengangguran dan inflasi dan akan menentukan tingkat suku bunga kebijakan yang mereka anggap tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Breaking: IHSG Terbang 1,21%, Balik Ke 7.300-an

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *