IHSG Ambles Lagi Hingga 1% Lebih, Balik ke 7.000-an


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali ambles pada perdagangan sesi I Kamis (30/5/2024), mengekor bursa saham global yang juga berjatuhan akibat naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Per pukul 09:16 WIB, IHSG ambles 1,06% ke posisi 7.064,22. Sementara pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini, IHSG dibuka melemah 0,22% ke posisi 7.124,3. IHSG pun terkoreksi ke level psikologis 7.000 pada sesi I hari ini.

Nilai transaksi indeks pada awal sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 1,7 triliun dengan volume transaksi mencapai 2,2 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 146.169 kali.

IHSG kembali ambles karena terbebani oleh naiknya yield obligasi pemerintah AS (US Treasury). Pada penutupan perdagangan kemarin, yield Treasury acuan tenor 10 tahun naik menjadi 4,616%, menjadi yang tertinggi sejak awal Mei 2024.

Yield Treasury kembali naik setelah lelang obligasi 5 tahun oleh Departemen Keuangan AS senilai US$ 70 miliar menunjukkan permintaan yang rendah. Rasio bid-to-cover, yang merupakan ukuran permintaan yang diawasi dengan ketat, berada pada angka 2,3, di bawah rata-rata 10 lelang sebesar 2,45.

Kenaikan yield Treasury juga terjadi karena investor mempertimbangkan keadaan perekonomian Negeri Paman Sam, setelah beberapa data ekonomi yang dirilis baru-baru ini menunjukkan bahwa perekonomian Negeri Paman Sam semakin kuat.

Tidak sampai disitu, konsumsi masyarakat AS juga diperkirakan masih cukup kuat.

Mengutip hasil Conference Board, indeks kepercayaan konsumen AS naik pada Mei menjadi 102 dari 97,5 pada bulan sebelumnya dan di atas ekspektasi pasar yakni 95,9.

Dengan data ekonomi Negeri Paman Sam yang kembali positif, hal ini dapat membawa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dapat bersikap hawkish untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga  رهبر_انقلاب viral video tiktok

Apalagi, para pejabat The Fed juga belum mengindikasikan adanya keinginan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Alhasil, perkiraan pasar akan pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada September cenderung kembali menurun. Melansir perhitungan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan 43,3% penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bp) pada September.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Dibuka Ngegas, Bakal ke Level 7.300-an Lagi?

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *