10 Orang Terkaya di Thailand, Ada Yang Berharta Rp500 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Thailand merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, setelah Indonesia. Sama dengan Indonesia, banyak pula konglomerat di Thailand.

Forbes telah merilis daftar orang terkaya di Thailand tahun 2023. Kekayaan crazy rich di Negeri Gajah Putih tahun ini tercatat mengalami kenaikan.

Pundi-pundi 50 crazy rich di sana mengalami peningkatan hingga 15%. Lantas, nilai total kekayaan orang tertajir mencapai US$173 miliar atau setara dengan Rp2.595 triliun.

Adapun posisi orang terkaya nomor satu di Thailand diduduki oleh Chearavanont, bos Grup Charoen Pokphand. Harta kekayaan mereka ditaksir sekitar US$ 34 miliar atau Rp510 triliun.

Selanjutnya, ada Chalerm Yoovidhya, dengan kekayaan sebesar US$33,4 miliar (Rp501 triliun) lalu diikuti oleh Charoen Sirivadhanabhakdi dengan harga sebesar US$13,6 miliar atau Rp204 triliun.

Berikut daftar 10 orang terkaya Thailand pada 2023 menurut Forbes:

1. Chearavanont bersaudara – US$34 miliar atau Rp510 triliun

Empat bersaudara Chearavanont yang memiliki grup bisnis Charoen Pokphand (CP) konsisten mempertahankan posisi pertamanya sebagai orang nomor satu terkaya di Thailand. CP adalah salah satu produsen makanan hewan dan ternak terbesar di dunia.

Sang saudara bungsu, Dhanin Chearavanont, adalah chairman CP dan CEO selama 48 tahun sebelum mengundurkan diri pada 2017.

2. Chalerm Yoovidhya dan keluarga – US$33,4 miliar atau Rp501 triliun

Chalerm Yoovidhya merupakan pemimpin grup yang klan ikut memiliki Red Bull, minuman energi ikonik, yang terjual 11,6 miliar kaleng di seluruh dunia pada tahun 2022. Ayah Chalerm, Chaleo mendirikan Red Bull bersama miliarder Austria Dietrich Mateschitz.

3. Charoen Sirivadhanabhakdi – US$13,6 miliar atau Rp204 triliun

Charoen Sirivadhanabhakdi mengendalikan Thai Beverage, pembuat bir terbesar di Thailand, yang terkenal dengan bir Chang-nya. Aset besar lainnya termasuk raksasa minuman dan properti Singapura Fraser & Neave. Kerajaan ritel Charoen mencakup jaringan hipermarket Big C Supercenter, yang diakuisisi pada tahun 2016 senilai lebih dari $6 miliar.

Baca Juga  GOTO Kembali Bangkit, Dekati Rp 100 Lagi

4. Chirathivat dan keluarga – US$12,4 miliar atau Rp186 triliun

Keluarga ini menguasai Central Group, pengembang pusat perbelanjaan terbesar di Thailand. Perusahaan kini dipimpin oleh Tos Chirathivat, cucu dari pendiri grup tersebut.

5. Sarath Ratanavadi – US$11,3 miliar atau Rp169,5 triliun

Sarath Ratanavadi adalah CEO Gulf Energy Development, salah satu produsen listrik terbesar di Thailand. Dia membawa perusahaan itu ke publik pada tahun 2017 dan mengumpulkan lebih dari $700 juta, menjadi IPO terbesar di negara itu dalam satu dekade.

Pada tahun 2021, Sarath mengakuisisi saham di raksasa telekomunikasi InTouch Holdings dan unit nirkabelnya, Advanced Info Service (AIS). Gulf Energy memiliki usaha patungan 70:30 dengan perusahaan minyak dan gas milik negara PTT untuk membangun terminal dan pelabuhan LNG senilai $1,3 miliar di pantai timur Thailand.

6. Vanich Chaiyawan – US$3,9 miliar atau Rp58,5 triliun

Vanich Chaiyawan adalah ketua emeritus Thai Life, perusahaan asuransi jiwa terbesar kedua di Thailand berdasarkan total pendapatan premi. Perusahaan ini dijalankan oleh putranya Chai, yang merupakan ketua dan CEO Thai Life. Putri Vanich, Varang, dan putranya, Winyou, adalah wakil CEO dan duduk di dewan direksi.

Meiji Yasuda Life dari Jepang memiliki 17% saham di Thai Life. Kekayaan bersihnya mendapat peningkatan setelah ia mencatatkan saham perdana Thai Life pada Juli 2022 untuk meraup $1 miliar.

7. Prasert Prasarttong-Osoth – Rp3,8 miliar atau Rp57 triliun

Mantan ahli bedah Prasert Prasarttong-Osoth mendirikan Bangkok Dusit Medical Services, operator rumah sakit swasta terbesar di Thailand, pada tahun 1972.

Bangkok Dusit memiliki kompleks perawatan kesehatan mewah senilai $370 juta di Bangkok yang mencakup resor kesehatan Movenpick dengan 211 kamar. Pada Februari 2023, Bangkok Dusit membuka rumah sakit kanker di Bangkok. Putrinya, Poramaporn, adalah presiden Bangkok Dusit.

Baca Juga  Lo Kheng Hong Ungkap Kebiasaan Warga RI Bikin Miskin, Ternyata Ini

Prasert juga memiliki dan menjalankan maskapai penerbangan regional, Bangkok Airways, yang ia go public pada tahun 2014.

8. Aiyawatt Srivaddhanaprabha dan keluarga – US$3,5 miliar atau Rp52,5 triliun

Aiyawatt Srivaddhanaprabha adalah putra mendiang taipan toko bebas bea Vichai Srivaddhanaprabha, yang meninggal dalam kecelakaan helikopter pada Oktober 2018.

Aiyawatt menjadi CEO dari King Power, operator toko bebas bea bandara terkemuka di negara ini. Aiyawatt juga memimpin Leicester City, klub sepak bola Inggris yang dibeli dan dikembangkan oleh keluarganya.

Keluarga ini juga memiliki sebagian besar MahaNakhon, sebuah proyek pembangunan di Bangkok yang memiliki salah satu gedung pencakar langit tertinggi di Thailand.

9. Somphote Ahunai dan keluarga – US$3 miliar atau Rp45 triliun

Somphote Ahunai memulai perusahaan energi terbarukan Energy Absolute pada tahun 2006. Ia membawa perusahaan tersebut ke publik pada tahun 2013.

Energy Absolute telah berkembang menjadi penyimpanan energi dengan proyek gigafactory baterai senilai $3 miliar untuk membuat baterai lithium-ion sejak Desember 2021.

Anak perusahaannya, Energy Mahanakorn, telah membangun lebih dari 2.000 stasiun pengisian kendaraan listrik di 490 lokasi di seluruh negeri.

10. Osathanugrah dan keluarga – US$2,5 miliar atau Rp37,5 triliun

Keluarga Osathanugrah memiliki Osotspa yang berusia 132 tahun, salah satu perusahaan tertua di Thailand dan pembuat minuman energi M-150 yang populer. Kekayaan keluarga mendapat dorongan dari IPO Osotspa pada Oktober 2018. Perusahaan ini menguasai sekitar 47% pasar minuman energi Thailand.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Sengit! Raja Batu Bara RI Salip Kekayaan Pemilik Djarum-BCA

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *